Kami adalah perusahaan Pipe dan Valves terbaik di Indonesia.

Mengenal Butt Welding Fitting, dari Manfaat sampai Ragam Jenisnya

Mengenal Butt Welding Fitting, dari Manfaat sampai Ragam Jenisnya

30 Januari 2026

Di pasaran, sambungan (fitting) pipa umumnya tersedia dalam berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan instalasi industri. Ada yang berupa sambungan ulir, sambungan las soket, hingga sambungan las butt alias butt welding fitting.

Butt Welding Fitting
Sumber : Envato

Jika dua jenis pertama umumnya digunakan untuk sistem bertekanan rendah, maka sambungan las butt menawarkan performa yang jauh lebih andal. Seperti apa keandalannya? Baca artikel ini untuk mendapatkan gambaran lengkapnya!

Butt Welding Fitting
Sumber : Envato
Sekilas Tentang Butt Welding Fitting

Sambungan las butt merupakan komponen perpipaan yang berfungsi untuk memodifikasi arah aliran, membuat percabangan, atau menyambungkan pipa secara permanen melalui proses pengelasan tumpul. Karena sambungan yang dihasilkan menyatu secara struktural dengan pipa, jenis fitting ini sangat populer pada sistem bertekanan tinggi maupun bersuhu tinggi, terutama di industri migas, petrokimia, serta pembangkit energi.

Dari sisi material, fitting ini umumnya dibuat mengikuti standar ASTM A234, yang mengatur penggunaan baja karbon tempa berkualitas tinggi. Material tersebut dapat berupa baja killed, tempa, batang, pelat, maupun pipa tanpa sambungan. Sementara itu, seluruh dimensi dan toleransinya merujuk pada ASME B16.9 dan ASME B16.28 agar instalasinya lebih presisi dan aman.

Manfaat Menggunakan Butt Welding Fitting

Meski pemasangannya dapat memakan waktu yang cukup lama dan harus menggunakan jasa teknisi khusus, penggunaan sambungan las butt menawarkan beberapa manfaat besar bila dipasangkan dengan tepat:

  • Struktur sambungan menjadi sangat kuat dan minim risiko bocor karena hasil las menyatu dengan pipa sehingga lebih tahan korosi maupun erosi.
  • Anda dapat memilih berbagai radius kelokan, mulai dari radius pendek, radius panjang, hingga opsi elbow 3R, sehingga memudahkan desain sistem perpipaan.
  • Lebih hemat biaya jika dibandingkan dengan fitting ulir atau soket, terutama untuk instalasi berskala besar.
  • Mampu menahan tekanan ekstrem dan temperatur tinggi pada berbagai lingkungan industri.
  • Tahan lama berkat ketahanan material terhadap korosi dan keausan sehingga lebih menguntungkan dari sisi lifecycle cost.
  • Desain instalasi menjadi lebih ringkas karena tidak memakan ruang sebesar metode sambungan lainnya.
  • Dapat digunakan pada ketebalan pipa tipis seperti SCH 10 atau SCH 10S.
  • Kompatibel dengan rentang ukuran yang sangat luas, mulai dari 1/4 inci, 24 inci, bahkan 72 inci.
Tipe-Tipe Butt Welding Fitting

Setelah memahami manfaatnya, sekarang giliran Anda mengetahui bahwa sambungan pipa ini terdiri dari beberapa jenis, berdasarkan bentuk dan fungsinya, yaitu:

  • Elbow

Jenis las butt ini berfungsi untuk mengubah arah aliran fluida dalam jaringan pipa. Komponen ini tersedia dalam dua jenis radius, yakni long radius (LR) dan short radius (SR), yang dapat dipilih sesuai kebutuhan ruang maupun tingkat turbulensi yang diinginkan. Selain itu, derajat kelokannya pun bervariasi, mulai dari 45o, 90o, hingga 180o.

  • Tee

Tee las butt (sering disebut equal tee) memiliki cabang 90 derajat yang tersambung dengan pipa utama. Fitting ini berfungsi sebagai titik distribusi atau penghubung untuk memasang instrumen dan perangkat tambahan.

Ujung tee dapat dilas pada bagian sisi pipa lurus, sedangkan cabangnya dibiarkan terbuka untuk proses pengelasan selanjutnya. Dengan bentuk simetrisnya, tee membantu menjaga aliran tetap stabil pada percabangan.

  • Reducer (Konsentrik & Eksentrik)

Reducer digunakan untuk menyesuaikan ukuran pipa serta mengatur laju aliran fluida. Pada reducer konsentrik, kedua ujung pipa dihubungkan secara simetris sehingga garis tengah tetap berada pada satu sumbu.

Sebaliknya, reducer eksentrik dipasang dengan menciptakan pergeseran (offset) antara sumbu pipa besar dan kecil, sehingga ideal untuk mencegah terbentuknya kantong udara ataupun menjaga level aliran tertentu.

  • Cap / End Cap

Jenis sambungan lass butt yang satu ini berfungsi sebagai penutup ujung pipa. Proses pemasangannya dilakukan dengan menempatkan tutup pada ujung pipa terbuka, kemudian mengelas seluruh perimeter sambungannya.

Bahan dan Proses Pembuatan

Dalam proses produksi sambungan las butt, terdapat beberapa jenis material yang digunakan, tergantung pada kondisi penggunaan. Di antaranya:

  • Baja karbon, digunakan dalam banyak aplikasi industri umum karena kekuatannya yang tinggi, sangat recommended ketika Anda memprioritaskan durabilitas dan ketahanan terhadap tekanan.
  • Baja tahan karat, sangat ideal untuk industri kimia, makanan, farmasi, atau kelautan karena resistansinya terhadap korosi.
  • Paduan logam atau nikel, dipilih jika sistem Anda memerlukan ketahanan terhadap suhu ekstrem atau lingkungan yang sangat korosif.
  • Aluminium, bisa menjadi solusi untuk pengaplikasian yang menuntut efisiensi struktur karena bobotnya lebih ringan, namun tanpa mengorbankan daya tahan dan kekuatan.

Intinya, butt welding fitting adalah salah satu komponen yang penting untuk membangun fondasi sistem perpipaan yang andal. Ketika dipilih dan dipasang dengan tepat, investasi pada komponen ini akan meningkatkan keamanan, efisiensi, dan umur operasional instalasi Anda.